Riwayat Hidup secara singkat Sdr Haji Zainal Muttaqien Donowardoyo.
Candirejo 123 Tilp : 22084 Klaten 57412
(Ditulis ulang oleh: Muhammad Dzikron)

Uraian perbuatan, perilaku dan tindakan yang menonjol dan pantas menjadi suri tauladan bagi angkatan penerus Bangsa.

  1. Lahir di kampung Candirejo 123 Kalurahan Tonggalan Kec. Kota Kabupaten Klaten. Pada tanggal : 27 – 7 – 1915 ( Masehi ).
  2. Pendidikan : Th : 1930 Lulus Sekolah Ongko loro ( vervolg school ).

Th :  1933 Lulus Waesto School ( Semacam P.G.A. sek ).

Dan Kursus- kursus mengetik – Stenografi – Wartawan.

  1. Menjadi Pandu sejak tahun 1923 ( didalam organisasi Kepanduan H.W. mulai umur 8 th sampai 1986 ( Umur 71 th ).
  2. Pada tahun 1932 dipilih menjadi Bapak Athfal didalam kepanduan H.W ( kalau sekarang menjadi Yanda atau Pembina Siaga )
  3. Pada tahun 1934 Menjadi Guru Agama di H.I.S Muhammadiyah Blora.
  4. Pada tahun 1935 Di dalam Konperensi Kepanduan H.W seluruh Prop. Jawa Tengah dipilih menjadi Pimpinan Kepanduan H.W di Daerah Semarang timur, Mewilayahi :

Semarang Timur – Demak – Kudus – Pati – Rembang – Purwodadi dan Blora, Berkedudukan di Kabupaten Blora . th : 1936 kembali ke Klaten.

  1. Pada tahun 1936 Dipilih menjadi Pemimpin Pandu H.W di Klaten. Pada waktu itu Saya sudah berumur 21 tahun. Karena di dalam kursus-kursus kepanduan HW sering mendapatkan Ilmu-Ilmu Kebangsaan oleh Alm. Bapak dokter Soeradji. Pun sangat kurang ajar nya para sinyo-sinyo Belanda, maka para Pemimpin Pandu dan para remaja diwaktu itu, kita sering cegat mencegat, dan sering berhantam dimana saja. Saat itu saya dan kawan-kawan sering menjadi langganan tahanan Polisi ( antara satu dua hari lalu dilepas.
  2. Pada tahun 1942 Memimpin rombongan Pandu-Pandu HW se Kab Klaten mengunjungi JAMBORE KEPANDUAN UMUM ( PERKING ) . Di Salemba Utan Jakarta yang akhirnya organisasi Kepanduan itu semua dibubarkan oleh Pihak Jepang. Kemudian digantikan menjadi KEIBODANG DAN SEINENDANG. Semua Pimpinan Kepanduan umumnya sangat menyesal , tetapi apa hendak dikata.

Tetapi untung Kita para Pemimpin-Pemimpin Pandu pada waktu itu diperkenankan mengunjungi undangan dari Bapak-bapak kita ( EMPAT SERANGKAI ) antara lain Bung Karno – Bung Hatta – Pak haji Mas Mansur dan Bapak Ki Hajar Dewantoro, dikediaman beliau Masing-masing. Hampir setiap sore dan malam semua tokoh-tokoh pandu dipompa Ilmu-ilmu politik Kebangsaan  dan pengemblengan – pengemblengan Jiwa Kebangsaan  dan persiapan – persiapan Kemerdekaan. Walhasil Walaupun Kepanduan dibubarkan tetapi kami lebih matang untuk mempersiapkan merebut Kemerdekaan, dan nyatanya hampir semua tokoh Pemimpin Pandu tadi menjadi penggerak  pejuang Kemerdekaan dan hampir semua Komandan militer ( TNI ) tersebut terdiri dari para tokoh – tokoh Pandu. Dia lebih ulet , disiplin dll. Semua pemimpin Pandu tersebut pulang dengan membawa beral yang mantap dan penuh harapan yang gilang gemilang. Dan tebal jiwa nasionalisme. Sesampai di tempat masing-masing inilah memberikan laporan dan dorongan untuk melaksanakan anjuran Bapak-Bapak Kita Tsb.

  1. Pada tahun 1943. Karena tekanan ekonomi, terpaksa saya pindah pekerjaan sebagai Wartawan JAYA – BARU di Kota Bandung. Menggunakan diploma saya ketik – ateno dan cursus Wartawan.
  2. Pada tahun 1944. Karena seorang pendatang rupanya pekerjaan itu kurang sukses. Kemudian saya pindah pekerjaan lagi di Pabrik Karet SINGAPOER – RUBBER WORK – kemudian nama tersebut diganti oleh pihak Jepang di Jalan Daendels Bandung Timur, Disini kita sambil mempraktekkan anjuran Bapak – Bapak Empat Serangkai, Sewaktu di Jambore dulu. Bekerja Sambil mempengaruhi kawan – kawan sekerja untuk mempersiapkan diri merebut Kemerdekaan, sebab pada waktu itu suasana sebetulnya sudah hangat. Dari Pabrik karet tersebut saya pernah menjadi utusan buruh ke Kongres Buruh seluruh Indonesia di Yogyakarta.

Selesai dari Kongres Barisan buruh dan Pemuda, saya memulai melaksanakan putusan – putusan nya. Kami bentuk Laskar – laskar pabrik untuk persiapan bila sewaktu – waktu tiba masanya.

  1. Pada awal bulan Agustus 1945. Karena situasi semakin panas, maka saya berusaha mencari cuti selama 1 bulan lamanya, Kecuali untuk ,menengok keluarga sambil mencari data – data dan hubungan dengan para Pimpinan Pandu yang dulu pernah ditatar oleh Bung Karno ( di Yogya – Solo – Semarang Klaten dan lain – lain
    ). Kebetulan pada waktu saya disenayan tiba – tiba mendengarkan SIARAN RADIO bahwa pada waktu itu BUNG KARNO MEMPLOKAMIRKAN KEMERDEKAAN NEGARA KITA REPUBLIK INDONESIA  Pada tanggal 17 Agustus 1945 )  kemudian saya menemui kawan – kawan seperjuangan. Setelah bertemu dengan kawan – kawan ( yang sekarang sudah banyak yang mendahului gugur ), kita berkumpul di muka Stasiun P.J.K.A. Klaten dan mulailah kita  bergerak menuju Tangsi Polisi Melucuti senjata – senjata Jepang disitu, dan menggantikan Bendera Jepang, C.P.M Bareng Gayamprit dan lain – lain dan akhirnya menggiring mereka ke Desa Tampir bawah G. Merapi. Karena Cuti saya habis saya terpaksa kembali ke Bandung, untuk bergabung dengan barisan buruh dan laskar – laskar yang lain untuk merebut senjata di Pabrik senjata di Kiara condong ( Bandung timur ) dll, Saya mengikuti laskar – laskar Rakyat , Barisan Benteng Hizbullah dll. Mempertahankan Kota Bandung, Dan karena datangnya musuh lebih banyak ( Belanda – Gurka – Inggris – Jepang – dan para Munafik Bangsa kita yang ikut Belanda, terpaksa kedudukan kita berada diluar kota, hanya kalau malam masuk kota, membakar Kota Bandung , mengacau dll, Saya kembali bersama – sama tentara Hijrah ke Jateng, hanya saya langsung pulang ke Klaten, bergabung dengan para pejuang di Klaten sebelah selatan. Sampai Belanda mundur teratur.
  2. Pada tahun 1947. Karena situasi sudah agak baik, maka saya kembali membina kepanduan lagi, pada waktu itu Semua Kepanduan sudah brikrar untuk berdiri menjadi satu ialah Pandu Rakyat Indonesia, Saya pun ikut mendirikan Pandu Rakyat Indonesia di Klaten, yang bermarkas di sebelah barat Masjid ALHIMMAH jalan bhayangkara 11 Klaten. Tetapi akhirnya muncul lagi organisasi – organisasi Kepanduan yang malah lebih banyak lagi, kemudian diusahakan untuk bersatu dengan ikatan ( Vederasi ) Bernama IPINDO ( Ikatan Kepanduan Indonesia ).
  3. Pada tahun 1950. Saya dipilih menjadi pimpinan H.W. Cabang Klaten lagi. ( Kalau istilah sekarang adalah Ketua Kwartir Cabang Klaten ).
  4. Pada tahun 1951. Oleh Kongres Kepanduan H.W. Seluruh Indonesia saya terpilih sebagai Komisaris Besar Atfal. Kalau istilah Pramuka sekarang ( Andalan Nasional urusan SIAGA ). Dan sering mendapatkan tugas untuk toornee ke seluruh Indonesia.
  5. Pada tahun 1955. Ditinjuk menjadi Panitia JAMBORE NASIONAL IPINDO di Pasar Minggu JAKARTA. Memimpin para pandu – pandu H.W. yang datang dari seluruh Indonesia.
  6. Pada tahun 1956. Oleh Kongres kepanduan H.W. seluruh Indonesia saya terpilih menjadi KOMISARIS BESAR LATIHAN ( K.B.L ). Kalau istilah Pramuka sekarang ( Andalan Nasional urusan Latihan ) juga di sampiri tugas dari IPINDO. Untuk melatih para pembina ( pemimpin Pandu seluruh INDONESIA ).

Mengapa saya mendapat kepercayaan oleh Organisasi Kepanduan H.W. dan vederatie organisasi Kepanduan Umum ( IKATAN KEPANDUAN INDONESIA ). IPINDO. Untuk menjabat sebagai KOMMISSARIS BESAR LATIHAN ?.  dari pengalaman beliau – beliau para Pimpinan Pandu H.W karena saya mempunyai banyak pengalaman memimpin Pandu dan banyak kursus – kursus Kepanduan yang pernah saya ikuti, antara lain :

 

  1. Dizaman Kepanduan ( Sebelum Pramuka Lahir saya pernah mengikuti latihan – latihan tingkat Nasional dan tingkat INTERNASIONAL ( GILWELL PRAKTYK ) dua kali. Tahun : 1956 Gilwell untuk memimpin Siaga.

Tahun 1947 Giulwell untuk memimpin Penggalang.

  1. Sedang dizaman Pramuka saya telah mengikuti latihan – latihan

Tahun 1964 Mengikuti kursus Dasar A. Dasar B. Kursus Mahir I. Mahir II. Mahir III.

Tahun 1967 Mengikuti Kursus mahir lengkap

Tahun 1970 Mengikuti Kursus tingkat Nasional N.T.C ( Nasional Trening Cours )

Tahun 1975 Mengikuti kursus 23 rd INTERNASIONAL ( Aspac ) TRAINING THE TEAM COURSE di Cipyung Bogor Indonesia pada tanggal : Januari 26 – Februari . 1 – 1975. Uraian kursus – kursus diatas sekedar untuk tambahan ketekunan saya di dalam Gerakan Kepanduan.

 

  1. Pada tahun 1959 Selaku Komisaris Besar Latihan dari Organisasi Kepanduan H.W mendapat kepercayaan ( mendapat tugas ) Kecuali ari H.W sendiri juga dariu IPINDO untuk melatih para Pemimpin – Pemimpin Kepanduan Umum ( Pandu Rakyat – Pandu Kristen – Pandu Katholik – Anshor – Pandu Islam – Siap Bhayangkara – Suryawirawan – H.W . dll ) ke seluruh Indonesia : Seluruh Jawa – Sumatra – Kalimantan – Sulawesi dikota – kota – Provinsi maupun Di kecamatan, tugas ini saya laksanakan selama 10 tahun ( sejak tahun 1951 hingga tahun 1961. Jadi hampir seluruh Kepulauan Indonesia telah kami jelajahi malah kadang – kadang 5
    10 kali.
  2. Pada tahun 1945 Sebagai seorang pandu yang cinta kepada tanah air pada waktu Negara kita didalam bahaya, saya ikut berjuang untuk menegakkan Kemerdekaan kita ikut bergerilya di Jawa Barat ( Bandung – dan Jawa Tengah Klaten ) dan setelah selesai, saya mendapat pengakuan sebagai :

ANGGOTA VETERAN PEJUANG DAN MOBILISASI

nO : 122771/o Golongan A. Di Klaten.

  1. Pada tahun 1961. Selaku Komisaris Besar Kepanduan H.W saya mewakili Organisasi tersebut untuk menyerahkan Kepanduan H.W, Kepada Pemerintah pusat sebagai pertanda bahwa Kepanduan H.W setuju meleburkan diri kedalam Organisasi Gerakan Pramuka, beserta seluruh Pengurus – Pemimpin dan seluruh anggotanya. Dan ikut aktif memajukan Gerakan Pramuka tersebut, termasuk saya sendiri,dan hingga sekarang saya masih tetap aktif memimpin Pramuka, walaupun sudah Jompo, malah mendapat tugas dari Kwarcab sebagai Andalan urusan Pandu Wreda. Mudah – mudahan hingga akhir hayat, dan mudah – mudah an saya mampu untuk jabatan tersebut.
  2. Pada tahun 1962. Saya dengan 5 orang, mendapatkan tugas untuk menjadi Panitia Pendiri SANGGAR BAKTI PRAMUKA yang sampai sekarang masih ditempati Kwarcab Klaten.

5 Orang tersebut antara lain :

Bapak S. Hadisanyoto, Alm. Bapak Soeyamto, Bpk Soetardjo. Bpk Ry Soekamto dan saya sendiri.

Tentu saja dibantu oleh kawan – kawan Pramuka yang lain. Dan SANGGAR BAKTI tersebut baru satu – satu nya yang ada di seluruh Indonesia, Diresmikan Oleh : Bpk. Sri Sultan Hamengkubuwana IX selaku Pandu Agung waktu itu. Bersamaan dengan peresmian SANGGARBAKTI tersebut juga meresmikan jalan yang dulu dengan nama Jalan Stasiun, menjadi jalan PRAMUKA. Dan Jembatan Pramuka di Desa Trono Ketandan Klt.

 

 

  1. Pada tahun 1961. Maaf agak kleru letak. Pada hari yang lain saya dengan 5 orang ex pandu – pandu dari bermacam – macam Organisasi.
  2. R. Soediyatmo dari Kepanduan Bhayangkara.
  3. R. Soemarsono dari Pandurakyat. Indonesia
  4. Soewignyo dari Pandu Kristen Indonesia
  5. Ibu Soelastri mewakili seluruh Pandu Putri.
  6. Dan saya sendiri dari Kepanduan H.W.

Mendirikan organisasi Kepanduan Gerakan Pramuka di Kabupaten Klaten. Dan dari Bapak/Ibu tersebut hingga sekarang yang masih aktif tinggal saya sendiri.

  1. Pada tahun 1963. Saya merintis dan berusaha mendirikan Sekolah Dasar yang letak nya di dekat Padang Sepur Krapyak, saya beri ciri khas ( di dalam nya saya beri RELIEF PANDU SEDANG MEMBINA ANAK DIDIK NYA.

Pembangunan tersebut kami tekuni, mulai dari mencari meubelair lengkap. Mencari murid dan gurunya, membayar gurunya, membangun gedung nya, mencarikan Subsidi dari Pemerintah setelah selesai, sekarang saya serahkan kepada Masyarakat.

Tersebut dapat diresmikan oleh Sri Sultan Hamengkubuwana IX, bersamaan pula dengan peresmian penggantian nama Jalan dimuka Sanggar bakti tersebut dari Jalan Stasiun menjadi Jl Pramuka.

  1. Pada tahun 1964. Mengikuti latihan tingkat nasional ( D.S. ) Distrik Scout dihalaman Pakualaman bersama – sama dengan Sri Sultan Hamengkubuwana IX dan kawan – kawan dari pandu – pandu Umum ( IPINDO ).
  2. Pada tahun 1964. Diteruskan latihan Tingkat Nasional Mahir tingkat Mahir I – Mahir II – dan Mahir III. Selama 45 hari di Pasar Minggu Jakarta.
  3. Pada tahun 1965. Setelah pulang dari latihan kami para pimpinan Cabang Gerakan Pramuka Klaten, mengadakan Cursus – cursus Mahir – Dasar A, Dasar B, Mahir I dan Mahir II di Depo Baltalyon ( Yon Dodik Klaten ). Kursus – kursus tersebut kita adakan ditiap Kecamatan. Yang menjadi peserta nya antara lain : Para Guru SD – SLTP – SLTA – Para Lurah – Para Carik Desa – Para Kobayan dll.
  4. Pada tahun 1965.K.I meletus hampir semua Pembina Pramuka ikut memberantasnya, tetapi sayang ada beberapa Pengurus dan pemimpin Pramuka pada waktu itu ada yang ikut aktif di dalam Pemberontakan P.K.I saya juga ikut memberantas nya, mengikuti Instruksi Komando Keamanan di Klaten, juga bersama kawan Pimpinan Pramuka yang lain, serta Ikut menjelaskan agar para orang – orang yang tak mengerti sama – sama sadar.
  5. Pada tahun 1966. Pimpinan Pramuka cabang Klaten memenuhi panggilan Bung Karno untuk Pentas Dalang Cilik Ke Jakarta, Kita membawa 9 orang dalang kecil ( Siaga ) di Jakarta pentas di Istana Merdeka di M.B.A.D. – di sekolah Kepolisian di Sukabumi – di Perwakilan – perwakilan Jepang – Belanda – Inggris – Jerman dll. Kita juga membawa penabuh – penabuh tunanetra. Semua pelakunya dari Siaga dan Penggalang.
  6. Pada tahun 1967. Memenuhi Panggilan Kongres untuk memainkan Ramayana cilik di Jakarta. Kita main di beberapa tempat pada waktu itu kebetulan sekolah libur, jadi kami pergunakan untuk menghibur orang – orang Jakarta dan anak – anak Pramuka, agar tahu Ibukotanya.
  7. Pada tahun 1967. Saya Pak Don memenuhi panggilan Bapak Soeharto di Jalan Cendana untuk menerima hadiah Kenang – Kenangan ( karena kegiatan saya memimpin Pramuka ). Ucapan terima Kasih dan barang – barang kenang – kenang an yang lain. Panggilan seperti itu tidak hanya sekali itu saja seingat saya dua kali, setelah wawancara seperlunya mengenai kegiatan ke Pramukaan dan menerima anjuran – anjuran mengenai taruna bumi, dan kesenian, kemudian makan bersama di ruang makan, Oleh Ibu tien Soeharto kami mendapatkan Gambar Pak Harto selaku Presiden ( Gambar terbaru pada waktu itu ) kemudian gambar tersebut saya serahkan di Sanggar Bakti Pramuka Klaten untuk dipasang.
  8. Pada tahun 1967. Itu juga saya merintis sebuah Masjid yang saya beri nama BAITUL – RACHMAN. Terletak di desa saya kampung Candirejo Tonggalan Klaten. Apa Sebab saya mendirikan Masjid tersebut di seda itu ? Sebab pada waktu itu zman P.K.I. akan meletus, Desa Candirejo adalah Desa Tokoh – Tokoh P.K.I dan hampir seluruh penduduk terkena bujukannya. Bagi yang menjalankan Ibadah, dapat dihitung dengan Jari yang 10 itu. Tetapi sekarang yang menjalankan Ibadah ada 80% ( yang 10% Beragama Lain ) Kristen dan Katholik 10% sedangkan yang 5% Beragama Islam tetapi belum menjalankan Ibadah Sholat.
  9. Pada tahun 1970. Mendapat kepercayaan Oleh Muhammadiyah K.U untuk mengetuai / memimpin / mengurusi Panti Asuhan Yatim Puta, yang terletak di Jalan Cemara 8, Kelurahan Klaten, Panti Asuhan tersebut kurang terurus ( gedungnya sudah tua dan rusak , anaknya walau pada waktu itu baru 11 orang tetapi kurang terdidik , kurang sopan dll, di dalam waktu 3 sampai 4 tahun, sudah dapat berubah :
  10. Gedungnya dapat direhab dengan dana Gotong – Royong
  11. Tempat untuk tidur sudah diganti dari dipan bertikar – sekarang dengan tempat tidur besi buatan sendiri – almari – rak sepatu meja makan semua buatan sendiri, kebun yang sempit itu dapat ditanami sayur mayur, sehingga kita tidak perlu membeli / berbelanja sayur ke Pasar, semua ditanami oleh Anak – anak Yatim sendiri, malah hasil tanaman nya dapat dinikmati tetangga kanan kiri, Cara hidup Anak – anak tersebut didalam panti saya menggunakan Sistem kepanduan / Ki Hajar Dewantoro, hingga Ngarso Sung Tulodo, Hing Madyo Mangun Karso, Tutwurihandayani. Dasa Darma saya praktekkan sehari – hari guna memperbaiki moralnya.

Dibidang ketrampilan saya berikan :

  1. Berkebun – Menjahit – mencukur Rambut – Memasak Sendiri
  2. Bidang kesenian kami berikan :

Memukul gamelan jawa ( Klenengan – Setiap malam Minggu kami mengundang seorangg Dalang Wayang Kulit untuk mengajarnya, Samroh dan lain – lain.

Pekerjaan tersebut kami tekuni selama 8 tahun, setelah saya pandang sudah baik kemudian saya serahkan kepada kawan yang lain untuk meneruskan.

  1. Pada tahun 1978. Sebagai seorang Mualim saya dapat memenuhi panggilan Allah untuk Menunaikan Ibadah Haji ketanah suci. Dan mendapat kepercayaan memimpin rombongan Jamaah Haji dari Klaten, Itupun cara saya memimpin beregu seperti Pandu, Kerjasama saling bertanggung jawan satu dengan yang lain, Kebetulan pula di Jakarta oleh Panitia Haji Pusat saya terpilih menjadi ketua Kloter ( Kelompok terbang dari Jakarta Jedah P.P )
  2. Pada tahun 1971. Mendapat kepercayaan / tugas oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka menjadi anggota TEAM PELATIH NASIONAL GERAKAN PRAMUKA DI Jakarta Pusat nya.
  3. Pada tahun 1971. Mendapat tugas oleh Kwartir Nasional menjadi TEAM PENGUJI MAHIR IV. ( Mahir Lengkap ) se Jawa Tengah untuk mendapatkan selendang mahir.
  4. Pada tahun 1974. Mendapat Ijazah dari Kwarnas SEBAGAI PELATIH PEMBINA PRAMUKA.
  5. Pada tahun 1973. Mendapat surat ketetapan dari Kwartir Nasional gerakan Pramuka sebagai PELATIH PEMBINA SIAGA
  6. Pada tahun 1976. Mendapat tugas dari Kwartir Nasional Gerakan Pramuka menjadi anggota TEAM PEMBUAT BUKU” PETUNJUK TEHNIK KEPRAMUKAAN. Dan sebelum perintah itu ditugaskan kepada saya, saya telah mendahului membuat Buku petunjuk cara melatih anak – anak SIAHGA. Saya beri judul : PEDOMAN MELATIH SIAGA LENGKAP, dan sudah saya cetak sampai 3x, dan sudah tersiar dan dipakai oleh para pembina Siaga – Guru – Guru SD, Guru – Guru Madrasah seluruh Indonesia.
  7. Pada tahun 1976. Mendapat tugas dari Kwartir nasional atas perintah dari bapak Bapak Presiden Soeharto, supaya saya mencari gambar Almarhum Bapak Panglima Besar Jendral SOEDIRMAN yang berpakaian seragam Pandu H.W. Untuk dipatungkan dan akan dipasang di halaman / lapangan Jambore Nasional di SIBOLANGIT MEDAN.Upacara penyerahan dilakukan di kantor Kwarnas Jln. Medan Merdeka Timur 6 Jakarta, dengan disaksikan Oleh Ka Kwarnas Bpk Mashudi, Sri Sultan Hamengkubuwana IX, dan segenap staf Kwarnas. Dan gambar tersebut sekarang di pasang di ruang / Aula / Balai Pertemuan Pramuka di Cibubur ( Bumi Perkemahan Jambore Nasional Jakarta.
  8. Pada tahun 1976. Bersamaan tugas Kwarnas mengenai Gambar Alm Panglima Besar Jendral SOEDIRMAN , saya mendapat tujuan baru dari Kwarnas, ialah untuk mencari data – data riwayat hidup Jendral Soedirman sewaktu masih giat menjadi pemimpin Pandu H.W serta menyusun nya untuk diterbitkan menjadi Buku Tuntunan Gerakan Pramuka ( Mengenai KEPEMIMPINAN NYA didalam memimpin Pandu ) agar menjadi contoh dan SURI TAULADAN bagi para Pembina. Tugas tersebut telah saya lakukan selama 2 bulan, Ke Jogya menemui para Tokoh – Tokoh pandu H.W masa itu, Ke Solo kawan akrab beliau termasuk saya sendiri, Ke Cilacap menemui Keluarga beliau ( Adiknya ) dan Kawan akrab pada waktu beliau menjadi Guru H.I.S met de Qur’an Muhammadiyah, dan bapak Asramna nya, Ke Purwokerto menemui bekas Pemimpin nya, dan pembantu pemimpin H.W disitu dll. Buku tersebut telah kami susun dan telah saya serahkan kepada Kwarnas pada tahun 1977.
  9. Pada tahun 1978. Saya mendapat tugas dari Kwarnas untuk ikut serta menyusun sejarah Kepanduan Indonesia ( Sebelum Pramuka Berdiri ) Pandu sejak awal berdiri di Indonesia, tetapi tugas tersebut dibagi beberapa orang, Saya mengenai Kepanduan H.W, Bung Tomo Alm Kepanduan K.B.I , dan lain – lain Kawan mengenal Kepanduan masing – masing.
  10. Pada tahun 1980. Menjadi Ketua Paniti Pendiri Masjid di Ibukota kecamatan Karangnongko. Bersama – sama dengan Bapak Mulyono ex Wedana, Bapak Soegito Lurah, Bapak Naib stempat dll, sekarang Masjid Tersebut telah selesai dan dapat dipergunaka Oleh Masyarakat setempat, mulai dari peletakan batu pertama hingga rampung, mencari dana dll.
  11. Pada tahun 1982. Menjadi ketua pembanguna Masjid “ Baitul Hakim “ di Desa Semangkak, tepatnya dimuka Kantor PUSPEN – MASY , Klaten hingga saat ini sudah selesai ± 90%. Pada tahun 1984 Kita mintakan Wal Hasil berhasil di bantu Rp 7.500.000.-  . Tujuh setengah juta rupiah, tahap pertama baru mendapat bantuan Rp. 5.000.000.- Masjid tersebut sudah berfungsi adapun penyerahan bantuan tersebut dilaksanakan Oleh Bapak Bupati Soeharjono.
  12. Pada tahun 1982. Saya mendirikan Organisasi yang mendukunfg Program Negara ( didalam G.B.H.H ) tercantum bahwa kebodohan dan kemiskinan itu menjadi tanggung jawab Negara dan Melaksanakan PE – EMPAT ( PANCASILA ) kita tahu bahwa tanggung jawab Negara memang Berat Karena di Indonesia ini kehidupan Masyarakat masih ada 51% dibawah garis kemiskinan, Oleh karena itu saya dan kawan – kawan saya ajak untuk membantu dan mendukung nya, Pun di dalam Pelajaran Agama Islampun diperintahkan didalam Kitab Suci Al-Qur’an surat Al- Maun ayat 3, bahwa kita diperintahkan untuk membantu si lemah dan si Miskin, Sampai saat ini ( 1986 ) saya telah dapat membantu orang – orang Jompo / Lanjut Usia – Tuna Netra – Tuna Rungu – Tuna Wicara – Tuna Karya – Cacat Tubuh – Pelajar Miskin – Pelajar Droup out dll sejumlah 70 orang. Mereka kami bantu menurut kebutuhan nya : Yang pelajar mendapatkan S.P.P, Buku, Pakaian Seragam dll, yang tuna karya kami beri Pekerjaan menjual tempe, yang mahir menjahit kami bri jahitan, kami gaduhi kambing perah dll, agar mereka dapat mentas dari lumpuring Kemiskinan, yang Jompo kita beri makanan dan pakaian.
  13. Pada tahun 1985. Kita mengadakan reuni Ex Pandu – Pandu H.W untuk kita ajak mendirikan Masjid di Sanggar Bakti Pramuka.
  14. Pada thaun 1985. Bersama dengan bapak Soemartono, saya mendapatkan Penghargaan dari NEGARA berujud Emas dan Perak.
  15. Pada tahun 1986. Saya dikukuhkan sebagai PENASIHAT DEWAN HARIAN 45. Oleh Ketua DEWAN HARIAN 45 Jawa tengah.
  16. Pada tahun ini. Saya sedang sibuk untuk mencari tanah untuk dibangun sebuah gedung latihan keterampilan bagi para penganggur dan dropt out. Agar mereka dapat mentas dari lumbung Kemaksiatan.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here