Muhammad Taufiq Ulinuha (Kabid Kegiatan DSW GKHW Jawa Tengah)

Segala sesuatu yang akan dilakukan oleh seseorang, hendaknya dilakukan planning terlebih dahulu, agar hasil/target yang ingin digapai dapat tercapai dengan maksimal. Scout atau yang lebih kita kenal dengan Kepanduan merupakan gerakan pendidikan sukarela non-politik bagi kaum muda, terbuka untuk semua tanpa membedakan jenis kelamin, asal-usul, ras atau keyakinan. Kepanduan menawarkan kaum muda kesempatan untuk mengembangkan potensi emosional, intelektual, fisik dan spiritual, sebagai warganegara global yang bertanggungjawab, serta sebagai anggota dari komunitas lokal, nasional dan internasionalnya (www.scout.org).

Prinsip Dasar dan Metode Kepanduan
Perlu kita ketahui bahwa Kepanduan (Scout) memiliki Fundamental Principles yang menjadi landasan untuk bergerak. Sebagaimana yang dinarasikan oleh WOSM, Scouting is based upon three broad principles which represent its fundamental laws and beliefs. They are referred to as “Duty to God”, “Duty to Others” and “Duty to Self”. As their names indicate, the first refers to a person’s relationship with the spiritual values of life; the second to a person’s relationship with society in the broadest sense of the term; and the third, to a person’s obligations towards himself.
Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan yang merupakan salah satu organisasi kepanduan, mengejawantahkan prinsip fundamental tersebut kedalam prinsip dasar dan metode kepanduan Hizbul Wathan. Prinsip dasar kepanduan Hizbul Wathan sebagaimana termaktub dalam Anggaran Dasar Hizbul Wathan Bab III Pasal 8 (2) sebagai berikut :
1. Pengamalan Aqidah Islam
2. Pembentukan dan pembinaan akhlaq mulia menurut ajaran islam
3. Pengamalan kode kehormatan pandu
Adapun Metode Pendidikan Hizbul Wathan tertera pada ADHW Bab III Pasal 8 (3) sebagai berikut :
1. Pemberdayaan anak didik lewat sistem beregu
2. Kegiatan dilakukan di alam terbuka
3. Pendidikan dengan metode yang menarik, menyenangkan, dan menantang
4. Penggunaan sistem kenaikan tingkat dan tanda kecakapan
5. Sistem satuan dan kegiatan terpisah antara pandu putra dan pandu putri

Manajemen Organisasi
Sebagaimana yang sudah kami sampaikan diawal, setiap pergerakan manusia harus direncakan dengan baik, agar tujuan yang diinginkan dapat tercapai. Dalam hal ini kami mengartikan perencanaan itu sebagai sebuah manajemen. Pun demikian dengan Hizbul Wathan sebagai organisasi kepanduan. Dari beberapa referensi yang kami baca, terdapat tujuh fungsi manajemen organisasi, diantaranya :
1. Planning (Perencanaan)
2. Organizing (Pengorganisasian)
3. Staffing (Kepegawaian/SDM)
4. Leading (Pengarahan)
5. Controling (Pengontrolan)
6. Time Management (Pengelolaan Waktu)
7. Motivasion (Motivasi)
Fungsi-fungsi diatas dapat digunakan dalam proses pengorganisasian didalam Hizbul Wathan, dengan mengindahkan prinsip dasar dan metode kepanduan.

Implementasi Manajemen Organisasi Didalam Hizbul Wathan
Konsep manajemen organisasi didalam Hizbul Wathan harus diimplementasikan secara apik dengan mengkolaborasikan fungsi-fungsi manajemen organisasi dan prinsip dasar dan metode kepanduan. Dalam implementasi manajemen organisasi, kami mengklasifikasikan kedala tiga segmen sesuai dengan prinsip dasar dan metode kepanduan, diantaranya :
1. Aqidah (QS. 3 : 18, QS. 6 : 100-103, QS. 17 : 23, dan QS 42 : 13)
2. Akhlaq
a. Akhlaq kepada allah (Q.S. 25 : 63-76)
b. Akhlaq kepada diri sendiri (Q.S. 66:6)
c. Akhlaq kepada sesama manusia (Q.S. 2:177)
d. Akhlaq kepada sesama makhluk (Q.S. 33:72)
3. Kode Kehormatan
a. Selalu diingatkan akan janjinya
b. Dituntunkan pengamalan undang-undang pandu dalam kehidupan sehari-hari
c. Diadakan evaluasi terhadap pelaksanan janji dan undang-undang pandu
d. Diberi contoh (uswah hasanah)
e. Ada hadiah dan sanksi
4. Implementasi metode
a. Sistem beregu diwujudkan dalam berbagai kegiatan
b. Kegiatan di alam terbuka diintensifkan dengan berbagai kegiatan
c. Teknik kegiatan bervariasi
d. Ujian dan pelantikan secara berkelanjutan
e. Satuan terpisah dimanfaatkan untuk meningkatkan fastabiqul khairat
Diakhir kami sampaikan, bahwa manajemen adalah sebuah keharusan dalam pengelolaaan keorganisasian Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan. Tanpa adanya management yang baik, mustahil Hizbul Wathan mampu bertumbuh kembang hingga abad kedua ini. Maka sebagai kader penerus, mari bersama-sama mempelajari Hizbul Wathan secara kaffah, apa yang sudah baik kita lanjutkan sebagai perjuangan, dan apabila diperlukan masing-masing kader Hizbul Wathan menyumbangkan pemikiran-pemikiran baru sebagai langkah fresh ijtihad didalam Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here